LAPARASKOPI (Bedah Teropong)

Laparaskopi atau lazim disebut bedah teropong adalah suatu tindakan medis operatif canggih dimana pembedahan dilakukan tanpa sayatan besar. Tindakan dilakukan dengan menggunakan kamera video pada alat laparaskopi yang dimasukkan pada lubang yang berukuran ½ cm pada tiga tempat dan 1 cm pada satu tempat.

Jalannya operasi dipantau melalui layar monitor dengan resolusi tinggi. Laparaskopi dilakukan oleh tim khusus yang terdiri dari dokter bedah / kebidanan (yang memiliki sertifikat khusus), dokter anestesi dan perawat.

Kasus apa saja yang dapat dilakukan laparoskopi ? :

  1. Masalah kesuburan, meliputi : diagnostik terhadap penyebab gangguan kesuburan, seperti Test Patensi Tuba (Tes yang dilakukan untuk mengecek saluran Tuba Fallopi i/saluran masuknya sperma untuk pembuahan).
  2. Sterilisasi (Pemutusan Tuba Fallopi/saluran indung telur) pada wanita.
  3. Hysteroscopy (Melihat kelainan rongga rahim dan penyumbatan di dalam tuba).
  4. Tumor Indung Telur.
  5. Myoma Uteri (Tumor pada rahim).
  6. Hysterectomy (Pengangkatan rahim).
  7. Cholelithiasis (Batu pada saluran empedu).
  8. Appendicitis (Radang usus buntu).
  9. Hernia.
  10. Endometriosis.
  11. Kista Ovarium (Kista indung telur).
  12. Kehamilan Ektopik (Kehamilan di luar kandungan).

Apa Keuntungan Laparoskopi? :

  1. Lebih akurat dalam penanganannya.
  2. Resiko bagi pasien lebih kecil.
  3. Sayatan atau luka kulit hanya 1 – 2 cm, sehingga kerusakan otot perut minimal.
  4. Nyeri pasca operasi lebih ringan.
  5. Tingkat penyembuhan lebih cepat, hanya perlu perawatan 2 – 3 hari.
  6. Pasien dapat cepat aktif kembali dengan tugas sehari-hari.
  7. Bekas operasi lebih tidak kelihatan dan hasil secara kosmetik lebih memuaskan.